Blue Bell’s Weblog

August 29, 2008

Allah, Guru Kita

Filed under: Indonesia, Renungan Harian — lydiairawati @ 11:45 pm
Segenap perintah, yang kusampaikan kepadamu pada hari ini, haruslah kamu lakukan dengan setia, supaya kamu hidup
Ulangan 8:1

Bacaan: Ulangan 8:1-3
Setahun: Yeremia 32-35

Seorang guru yang baik tidak akan mendidik secara sembarangan. Ia akan mengemas pendidikannya dengan metode serta evaluasi yang tepat sesuai tujuan yang ditentukan. Lebih plus lagi bila ia kreatif dan mampu memikat hati naradidik dengan memerhatikan konteks hidup mereka. Sulit memang. Itu sebabnya guru yang baik termasuk langka. Lalu jika kemudian kita berpikir tentang Allah … apakah Allah adalah guru yang baik?

Tentu saja! Bacaan kita berisi nasihat agar umat melakukan firman yang didengar (ayat 1). Ada tujuan pembelajaran di situ: “Supaya kamu hidup …”; bahkan juga ujian dan metode pembelajarannya: setiap kita perlu mengingat pengalaman kita berjalan bersama Tuhan (ayat 2). Lalu, ada pula evaluasi: bagaimana sikap hati kita pada akhirnya—agar kita mengalami kepenuhan hidup—yakni saat kita menyadari bahwa kita bisa hidup dengan mengandalkan Allah dan firman-Nya saja (ayat 2,3).

Allah mendidik umat di padang gurun agar karakter mereka semakin matang. Padang gurun menjadi lokasi terbaik untuk belajar dalam hidup beriman, agar manusia lebih bergantung pada Allah ketimbang pada roti. Roti adalah simbol dari apa yang kita anggap kebutuhan dasar hidup. Namun dengan roti saja—tanpa Allah—umat akan mati dan tidak “lulus ujian” Allah.

Sudahkah kita mengikuti “kelas-Nya” dengan baik? Kelak, kita akan menghadapi “kelulusan final” saat kita meninggal, namun dalam tiap-tiap hari ada “tes-tes kecil” yang penting untuk kita menangkan. Bila Allah sedang mendidik Anda, bersyukurlah. Sebab melaluinya Anda akan semakin matang dan berbuah! —DKL

BILA ALLAH MENDIDIK KITA
DIA MAU KITA MENDENGAR DAN MENURUT SEPERTI SEORANG MURID

Ulangan 8:1-3
8:1 “Segenap perintah, yang kusampaikan kepadamu pada hari ini, haruslah kamu lakukan dengan setia, supaya kamu hidup dan bertambah banyak dan kamu memasuki serta menduduki negeri yang dijanjikan TUHAN dengan sumpah kepada nenek moyangmu.
8:2 Ingatlah kepada seluruh perjalanan yang kaulakukan atas kehendak TUHAN, Allahmu, di padang gurun selama empat puluh tahun ini dengan maksud merendahkan hatimu dan mencobai engkau untuk mengetahui apa yang ada dalam hatimu, yakni, apakah engkau berpegang pada perintah-Nya atau tidak.
8:3 Jadi Ia merendahkan hatimu, membiarkan engkau lapar dan memberi engkau makan manna, yang tidak kaukenal dan yang juga tidak dikenal oleh nenek moyangmu, untuk membuat engkau mengerti, bahwa manusia hidup bukan dari roti saja, tetapi manusia hidup dari segala yang diucapkan TUHAN.

Leave a Comment »

No comments yet.

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: