Blue Bell’s Weblog

July 24, 2008

Behind Enemy Lines

Filed under: Indonesia, Renungan Harian — lydiairawati @ 11:17 pm
Tuhan membuat segala sesuatu untuk tujuannya masing-masing, bahkan orang fasik dibuat-Nya untuk hari malapetaka
Amsal 16:4

Bacaan: Amsal 16:1-6
Setahun: Amsal 22-24

Pada tahun 2001, ada sebuah film berlatar Perang Bosnia yang dibintangi oleh Gene Hackman dan Owen Wilson. Judulnya Behind Enemy Lines. Film bercerita tentang Letnan Chris Burnett yang pesawatnya ditembak jatuh oleh pasukan Serbia. Ia dapat selamat karena kursi pelontarnya. Sayangnya, ia jatuh di daerah musuh. Burnett terpaksa harus berupaya keras menyelamatkan dirinya dari kejaran dan incaran musuh. Tidak jarang ia hampir terbunuh oleh sniper (penembak jitu) atau serangan bom.

Terkadang kita juga berada di tengah lingkungan yang tidak sesuai dengan yang kita harapkan; bertemu dengan orang-orang yang selalu berseberangan; bekerja dengan orang yang kasar dan “semau gue”; melayani bersama orang yang suka menyinggung, tetapi mudah tersinggung. Waktu dan tenaga kita jadi terkuras hanya untuk meladeni orang-orang “sulit” ini. Keadaan ini tidak jarang membuat frustrasi. Serasa terjebak di “behind enemy lines”. Di belakang garis musuh.

Namun, saat Tuhan mengizinkan orang-orang hadir dalam kehidupan kita, maka pasti ada tujuannya. Begitu juga kehadiran orang-orang “sulit” di perjalanan hidup kita. Dari mereka, setidaknya kita dapat belajar tentang kesabaran, kerendahan hati, dan penguasaan diri. Sekaligus kita bisa bercermin, betapa buruknya kita bila menjadi orang seperti itu. Kita diingatkan untuk tidak menjadi orang sulit bagi orang lain. Sesekali, dengan berhadapan dan hidup bersama mereka, kita pun menjadi lebih objektif dalam memandang mereka; tidak lagi dengan amarah dan kekesalan, tetapi dengan simpati dan empati —AYA

DI BALIK HIDUP ORANG SULIT TERKADANG TERSIMPAN KISAH TRAGIS
KITA PERLU MEMANDANG MEREKA DENGAN EMPATI

Amsal 16:1-6
16:1. Manusia dapat menimbang-nimbang dalam hati, tetapi jawaban lidah berasal dari pada TUHAN.
16:2. Segala jalan orang adalah bersih menurut pandangannya sendiri, tetapi Tuhanlah yang menguji hati.
16:3. Serahkanlah perbuatanmu kepada TUHAN, maka terlaksanalah segala rencanamu.
16:4. TUHAN membuat segala sesuatu untuk tujuannya masing-masing, bahkan orang fasik dibuat-Nya untuk hari malapetaka.
16:5. Setiap orang yang tinggi hati adalah kekejian bagi TUHAN; sungguh, ia tidak akan luput dari hukuman.
16:6. Dengan kasih dan kesetiaan, kesalahan diampuni, karena takut akan TUHAN orang menjauhi kejahatan.

Leave a Comment »

No comments yet.

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: