Blue Bell’s Weblog

January 23, 2008

Teladan

Filed under: Indonesia, Renungan Harian — lydiairawati @ 11:55 pm

[CENTER][i]Sebab untuk itulah kamu dipanggil, karena Kristus pun telah menderita untuk kamu dan telah meninggalkan teladan bagimu, supaya kamu mengikuti jejaknya[/i]
[b]1 Petrus 2:21[/b][/CENTER]

[b]Bacaan[/b]: 1 Petrus 2:18-25
[b]Setahun[/b]: Keluaran 20-22

Yi shen zou ze, demikianlah bunyi sebuah nasihat dalam bahasa Mandarin yang berarti “jadikanlah dirimu sebagai teladan”. Nasihat ini ditujukan bagi para pemimpin dalam arti luas; pemimpin negara, pemimpin komunitas, pemimpin perusahaan, pemimpin organisasi, pemimpin rumah tangga (orangtua), dan sebagainya. Nasihat agar para pemimpin menjadi teladan ini kerap didengungkan supaya kepemimpinan mereka memiliki kekuatan dan tepat guna.

Barangkali sekarang kita sulit menemukan sosok teladan dalam masyarakat, terutama dari para pemimpin, sehingga kita mengalami krisis panutan. Lebih banyak kata-kata muluk yang tersaji daripada tindakan nyata yang dapat dijadikan teladan. Tidak mengherankan jika wibawa para pemimpin tersebut semakin merosot di mata orang-orang yang dipimpinnya. Kendati keteladanan semakin langka, namun itu sangat penting bagi kepemimpinan yang efektif. Oleh karena itu kita, terutama yang berperan sebagai pemimpin, harus memiliki karakter yang dapat diteladani orang lain.

Kristus telah memberikan teladan yang sempurna bagi kita. Apabila kita mengikuti teladan yang Dia berikan, maka pada gilirannya kita juga akan menjadi teladan bagi orang lain. Oleh karena itu, marilah kita mengikuti setiap langkah Kristus dengan hati yang taat dan setia. Saat kehidupan kristiani kita menjadi contoh yang baik bagi sesama, maka sesungguhnya kita sedang memberitakan Injil dengan sangat baik. Tanpa banyak kata, orang lain akan memiliki kerinduan untuk datang kepada Kristus dan menjadi seperti Dia!—NDA
[CENTER][b]
TELADAN MAMPU MENGGERAKKAN DUNIA
LEBIH KUAT DARIPADA DOKTRIN APA PUN—Henry Miller[/b][/CENTER]

[b]1 Petrus 2:18-25[/b]
2:18 Hai kamu, hamba-hamba, tunduklah dengan penuh ketakutan kepada tuanmu, bukan saja kepada yang baik dan peramah, tetapi juga kepada yang bengis.
2:19 Sebab adalah kasih karunia, jika seorang karena sadar akan kehendak Allah menanggung penderitaan yang tidak harus ia tanggung.
2:20 Sebab dapatkah disebut pujian, jika kamu menderita pukulan karena kamu berbuat dosa? Tetapi jika kamu berbuat baik dan karena itu kamu harus menderita, maka itu adalah kasih karunia pada Allah.
2:21 Sebab untuk itulah kamu dipanggil, karena Kristuspun telah menderita untuk kamu dan telah meninggalkan teladan bagimu, supaya kamu mengikuti jejak-Nya.
2:22 Ia tidak berbuat dosa, dan tipu tidak ada dalam mulut-Nya.
2:23 Ketika Ia dicaci maki, Ia tidak membalas dengan mencaci maki; ketika Ia menderita, Ia tidak mengancam, tetapi Ia menyerahkannya kepada Dia, yang menghakimi dengan adil.
2:24 Ia sendiri telah memikul dosa kita di dalam tubuh-Nya di kayu salib, supaya kita, yang telah mati terhadap dosa, hidup untuk kebenaran. Oleh bilur-bilur-Nya kamu telah sembuh.
2:25 Sebab dahulu kamu sesat seperti domba, tetapi sekarang kamu telah kembali kepada gembala dan pemelihara jiwamu.

Leave a Comment »

No comments yet.

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: