Blue Bell’s Weblog

January 23, 2008

Mbah Ginuk

Filed under: Indonesia, Renungan Harian — lydiairawati @ 5:33 am
Janganlah kita jemu-jemu berbuat baik, karena apabila sudah datang waktunya, kita akan menuai, jika kita tidak menjadi lemah
Galatia 6:9

Bacaan: Galatia 6:1-10
Setahun: Keluaran 17-19

Berikut ini adalah cerita dari mahasiswa-mahasiswa sebuah sekolah teologi. Saat memasuki semester akhir, mereka wajib melakukan pelayanan di desa. Dua orang mahasiswa setiap akhir pekan melayani di gereja kecil di sebuah desa. Seusai pelayanan, mereka selalu mendapatkan sepiring pisang goreng pemberian seorang nenek yang tinggal di desa itu. Nenek itu bernama Mbah Ginuk. Selalu begitu.

Suatu kali karena usia tua, Mbah Ginuk meninggal dunia. Para mahasiswa yang biasa melayani di gereja di desa Mbah Ginuk merasa sangat kehilangan. Mereka berangkat pelayanan dengan hati sedih, bukan saja karena tidak lagi akan mendapatkan pisang goreng yang enak, tetapi juga rindu kepada Mbah Ginuk yang memperlakukan mereka seperti cucu sendiri. Namun, yang mengejutkan mereka, setelah mereka selesai melakukan pelayanan, di pastori terhidang sepiring pisang goreng yang tidak kalah lezatnya. “Lo, siapa yang mengirim pisang goreng ini?” tanya mereka dengan nada ingin tahu campur gembira. “Tetangga Mbah Ginuk yang menyediakannya!” ujar orang yang ditanya.

Ternyata kebaikan hati Mbah Ginuk yang itu menjadi inspirasi bagi tetangganya yang juga sudah tua untuk melakukan hal yang sama. Demikianlah perbuatan baik akan melahirkan perbuatan baik lainnya. Maka, seperti yang dikatakan oleh Rasul Paulus, marilah kita tidak jemu-jemu untuk berbuat baik. Pasti ada banyak cara bagi kita untuk meneladani Mbah Ginuk. Marilah kita menyediakan “pisang goreng” kita sendiri bagi orang-orang yang ada di sekitar kita —XQP


KEBAIKAN HATI TAK DIUKUR DARI BANYAKNYA PEMBERIAN KITA
TETAPI KETULUSAN HATI YANG MENGIRINGINYA

Galatia 6:1-10
6:1 Saudara-saudara, kalaupun seorang kedapatan melakukan suatu pelanggaran, maka kamu yang rohani, harus memimpin orang itu ke jalan yang benar dalam roh lemah lembut, sambil menjaga dirimu sendiri, supaya kamu juga jangan kena pencobaan.
6:2 Bertolong-tolonganlah menanggung bebanmu! Demikianlah kamu memenuhi hukum Kristus.
6:3 Sebab kalau seorang menyangka, bahwa ia berarti, padahal ia sama sekali tidak berarti, ia menipu dirinya sendiri.
6:4 Baiklah tiap-tiap orang menguji pekerjaannya sendiri; maka ia boleh bermegah melihat keadaannya sendiri dan bukan melihat keadaan orang lain.
6:5 Sebab tiap-tiap orang akan memikul tanggungannya sendiri.
6:6 Dan baiklah dia, yang menerima pengajaran dalam Firman, membagi segala sesuatu yang ada padanya dengan orang yang memberikan pengajaran itu.
6:7 Jangan sesat! Allah tidak membiarkan diri-Nya dipermainkan. Karena apa yang ditabur orang, itu juga yang akan dituainya.
6:8 Sebab barangsiapa menabur dalam dagingnya, ia akan menuai kebinasaan dari dagingnya, tetapi barangsiapa menabur dalam Roh, ia akan menuai hidup yang kekal dari Roh itu.
6:9 Janganlah kita jemu-jemu berbuat baik, karena apabila sudah datang waktunya, kita akan menuai, jika kita tidak menjadi lemah.
6:10 Karena itu, selama masih ada kesempatan bagi kita, marilah kita berbuat baik kepada semua orang, tetapi terutama kepada kawan-kawan kita seiman.

Leave a Comment »

No comments yet.

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: