Blue Bell’s Weblog

January 14, 2008

Mengubah fokus

Filed under: Indonesia, Renungan Harian — lydiairawati @ 1:50 am
Kira-kira tengah malam Paulus dan Silas berdoa dan menyanyikan puji-pujian kepada Allah dan orang-orang hukuman lain mendengarkan mereka
Kisah Para Rasul 16:25

Bacaan: Kisah Para Rasul 16:22-31
Setahun: Kejadian 40-42

Dulu, setiap kali berangkat kerja saya selalu terjebak kemacetan. Selama dua jam saya terperangkap di belakang setir. Hal itu tentu saja sangat menjengkelkan, apalagi jika melihat ulah para pengemudi kendaraan yang saling serobot. Suatu hari, ketika lalu lintas sedang macet total, saya mencoba melantunkan pujian. Hasilnya? Pikiran saya tak lagi terfokus pada kemacetan yang sedang terjadi, tetapi kepada Tuhan. Suasana hati saya berubah. Kejengkelan pun sirna. Jalanan tetap macet, namun saya dapat melaluinya dengan rasa damai.

Pujian dapat mengubah fokus hati. Tak heran, Paulus dan Silas berusaha menyanyi sewaktu mereka dipenjarakan. Padahal, ini bukanlah reaksi yang wajar. Dalam kondisi babak belur, biasanya orang lebih suka meratap. Mengapa mereka memilih untuk memuji? Karena mereka sadar bahwa puji-pujian mampu mengubah fokus hati. Saat memuji, mereka tidak lagi melihat besarnya suatu masalah, tetapi hanya kehadiran Tuhan di sana . Malam itu, penjara berubah menjadi gereja. Para tahanan mendengarkan puji-pujian dengan saksama. Kuasa Tuhan pun dinyatakan. Bahkan, kepala penjara bertobat dan dibaptiskan.

Dalam perjalanan hidup ini, kita bisa menghadapi situasi “macet total”. Masalah datang bertubi-tubi. Kita terjebak di dalamnya. Atau, seperti Paulus dan Silas, kejutan hidup datang tak terduga. Tiba-tiba kita merasa dipenjara. Dibelenggu masalah. Jalan keluar tampak sukar. Di saat seperti itu, janganlah berputus asa. Pujilah Tuhan! Biarkan pujian mengubah fokus hati kita, sehingga kita dapat melihat hadirnya Tuhan di dalam persoalan! —JTI

SAAT KITA TAK MAMPU MENGUBAH SITUASI
PUJIAN MAMPU MENGUBAH CARA KITA MENGHADAPI SITUASI

Kisah Para Rasul 16:22-31
16:22 Juga orang banyak bangkit menentang mereka. Lalu pembesar-pembesar kota itu menyuruh mengoyakkan pakaian dari tubuh mereka dan mendera mereka.
16:23 Setelah mereka berkali-kali didera, mereka dilemparkan ke dalam penjara. Kepala penjara diperintahkan untuk menjaga mereka dengan sungguh-sungguh.
16:24 Sesuai dengan perintah itu, kepala penjara memasukkan mereka ke ruang penjara yang paling tengah dan membelenggu kaki mereka dalam pasungan yang kuat.
16:25 Tetapi kira-kira tengah malam Paulus dan Silas berdoa dan menyanyikan puji-pujian kepada Allah dan orang-orang hukuman lain mendengarkan mereka.
16:26 Akan tetapi terjadilah gempa bumi yang hebat, sehingga sendi-sendi penjara itu goyah; dan seketika itu juga terbukalah semua pintu dan terlepaslah belenggu mereka semua.
16:27 Ketika kepala penjara itu terjaga dari tidurnya dan melihat pintu-pintu penjara terbuka, ia menghunus pedangnya hendak membunuh diri, karena ia menyangka, bahwa orang-orang hukuman itu telah melarikan diri.
16:28 Tetapi Paulus berseru dengan suara nyaring, katanya: “Jangan celakakan dirimu, sebab kami semuanya masih ada di sini!”
16:29 Kepala penjara itu menyuruh membawa suluh, lalu berlari masuk dan dengan gemetar tersungkurlah ia di depan Paulus dan Silas.
16:30 Ia mengantar mereka ke luar, sambil berkata: “Tuan-tuan, apakah yang harus aku perbuat, supaya aku selamat?”
16:31 Jawab mereka: “Percayalah kepada Tuhan Yesus Kristus dan engkau akan selamat, engkau dan seisi rumahmu.”

Leave a Comment »

No comments yet.

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: