Blue Bell’s Weblog

December 20, 2007

Jawaban yang Mengherankan

Filed under: Indonesia, Renungan Harian — lydiairawati @ 11:08 pm
Sekiranya Engkau mengoyakkan langit dan Engkau turun
Yesaya 64:1

Bacaan: Yesaya 42:1-9
Setahun: Mikha 4-5; Wahyu 12

“Koyakkanlah langit!” dan, “turunlah!” kata Nabi Yesaya memohon. Buatlah nama-Mu dikenal dengan membuat gunung-gunung bergoyang dan bangsa-bangsa gemetar, ia memberi saran kepada Tuhan (Yesaya 64:1-3).

Yesaya menginginkan agar Allah bertindak sama seperti yang telah dilakukan-Nya pada masa lalu. Dengan mengingat kisah Kitab Suci tentang pertemuan Allah dan Musa di Gunung Sinai, Yesaya mendambakan agar Tuhan mengulangi perbuatan itu.

Akan tetapi, Allah sudah mengatakan kepada Yesaya bahwa Dia akan melakukan sesuatu yang baru. “Nubuat-nubuat yang dahulu sekarang sudah menjadi kenyataan, hal-hal yang baru hendak Kuberitahukan. Sebelum hal-hal itu muncul, Aku mengabarkannya kepadamu” (42:9).

“Hal-hal yang baru” itu adalah Yesus! Allah benar-benar telah turun. Tetapi bukan pada masa kehidupan Yesaya. Dan tidak dengan cara dramatis seperti yang didambakan oleh Yesaya. “Ia tidak akan berteriak atau menyaringkan suara atau memperdengarkan suaranya di jalan” (42:2). Dia datang ke dunia dalam wujud sederhana seorang bayi.

Banyak di antara kita yang dapat mengingat situasi ketika Allah secara mengherankan menjawab keperluan kita pada waktu yang tepat. Seperti Yesaya, kita ingin agar Allah melakukan hal yang sama lagi. Tetapi mungkin Dia berencana melakukan hal lain. Ketika Anda merayakan turunnya Allah dengan penuh kesederhanaan ke dalam dunia, sadarilah bahwa Dia datang untuk mengubah hati kita, dan bukan sekadar keadaan kita —JAL

Jawaban Tuhan atas doa kita
dapat melampaui harapan kita

Yesaya 42:1-9
42:1 Lihat, itu hamba-Ku yang Kupegang, orang pilihan-Ku, yang kepadanya Aku berkenan. Aku telah menaruh Roh-Ku ke atasnya, supaya ia menyatakan hukum kepada bangsa-bangsa.
42:2 Ia tidak akan berteriak atau menyaringkan suara atau memperdengarkan suaranya di jalan.
42:3 Buluh yang patah terkulai tidak akan diputuskannya, dan sumbu yang pudar nyalanya tidak akan dipadamkannya, tetapi dengan setia ia akan menyatakan hukum.
42:4 Ia sendiri tidak akan menjadi pudar dan tidak akan patah terkulai, sampai ia menegakkan hukum di bumi; segala pulau mengharapkan pengajarannya.
42:5 Beginilah firman Allah, TUHAN, yang menciptakan langit dan membentangkannya, yang menghamparkan bumi dengan segala yang tumbuh di atasnya, yang memberikan nafas kepada umat manusia yang mendudukinya dan nyawa kepada mereka yang hidup di atasnya:
42:6 “Aku ini, TUHAN, telah memanggil engkau untuk maksud penyelamatan, telah memegang tanganmu; Aku telah membentuk engkau dan memberi engkau menjadi perjanjian bagi umat manusia, menjadi terang untuk bangsa-bangsa,
42:7 untuk membuka mata yang buta, untuk mengeluarkan orang hukuman dari tempat tahanan dan mengeluarkan orang-orang yang duduk dalam gelap dari rumah penjara.
42:8 Aku ini TUHAN, itulah nama-Ku; Aku tidak akan memberikan kemuliaan-Ku kepada yang lain atau kemasyhuran-Ku kepada patung.
42:9 Nubuat-nubuat yang dahulu sekarang sudah menjadi kenyataan, hal-hal yang baru hendak Kuberitahukan. Sebelum hal-hal itu muncul, Aku mengabarkannya kepadamu.

Leave a Comment »

No comments yet.

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: