Blue Bell’s Weblog

December 18, 2007

Kodok dan Kodok Lagi

Filed under: Indonesia, Renungan Harian — lydiairawati @ 6:37 pm

TUHAN, Engkau menyelidiki dan mengenal aku
Mazmur 139:1

Bacaan: Mazmur 139:1-12
Setahun: Obaja; Wahyu 9

Mary menerima kodok keramik dari rekan sekerjanya sebagai hadiah ulang tahun. Ia memajangnya di meja sehingga dapat dilihat semua orang. Sebagian teman kantornya mulai berpikir, ia pasti suka kodok, jadi mereka mulai memberinya barang-barang berupa kodok untuk Natal, ulang tahun, dan perayaan-perayaan khusus. Ruang Mary segera dipenuhi “barang-barang kodok”—pena, lilin, post-it [memo tempel], poster, cangkir kopi.

Setelah Mary meninggalkan perusahaan, seorang teman bertanya kepadanya, apa yang dilakukannya dengan kodok-kodok itu. Ia menjawab, “Sebenarnya saya tidak suka kodok, jadi semuanya saya berikan kepada orang lain.”

Orang-orang lain bermaksud baik terhadap kita, namun mereka tidak selalu mengenal kita dengan baik. Mereka tidak akan pernah mengenal kita seperti Allah mengenal kita. Bagi Dia, kita adalah buku yang terbuka—tak ada sesuatu pun yang tersembunyi bagi-Nya. Mazmur 139 mengatakan:

* Allah mengetahui segala sesuatu yang kita kerjakan (ayat 2). Dia tahu segala kegiatan kita sehari-hari dan detail jadwal kita.
* Allah mengetahui segala sesuatu yang kita pikirkan (ayat 2)—yang baik dan yang buruk, yang benar dan yang tidak senonoh.
* Allah mengetahui ke mana kita pergi—”Engkau memeriksa aku, kalau aku berjalan … segala jalanku Kaumaklumi” (ayat 3).
* Allah mengetahui apa saja yang kita katakan (ayat 4).

Dia mengenal kita lebih baik daripada kita mengenal diri kita sendiri. Alangkah nyamannya dikenal begitu dekat oleh Tuhan kita—bahkan dengan segala kekurangan kita—dan meskipun demikian kita dikasihi dengan begitu sempurna! —AMC


Anda bukan SEKADAR angka yang dapat dilacak komputer;
Kristus mengetahui kebutuhan, nama, dan wajah anda

Mazmur 139:1-12
139:1 Untuk pemimpin biduan. Mazmur Daud. TUHAN, Engkau menyelidiki dan mengenal aku;
139:2 Engkau mengetahui, kalau aku duduk atau berdiri, Engkau mengerti pikiranku dari jauh.
139:3 Engkau memeriksa aku, kalau aku berjalan dan berbaring, segala jalanku Kaumaklumi.
139:4 Sebab sebelum lidahku mengeluarkan perkataan, sesungguhnya, semuanya telah Kauketahui, ya TUHAN.
139:5 Dari belakang dan dari depan Engkau mengurung aku, dan Engkau menaruh tangan-Mu ke atasku.
139:6 Terlalu ajaib bagiku pengetahuan itu, terlalu tinggi, tidak sanggup aku mencapainya.
139:7 Ke mana aku dapat pergi menjauhi roh-Mu, ke mana aku dapat lari dari hadapan-Mu?
139:8 Jika aku mendaki ke langit, Engkau di sana; jika aku menaruh tempat tidurku di dunia orang mati, di situpun Engkau.
139:9 Jika aku terbang dengan sayap fajar, dan membuat kediaman di ujung laut,
139:10 juga di sana tangan-Mu akan menuntun aku, dan tangan kanan-Mu memegang aku.
139:11 Jika aku berkata: “Biarlah kegelapan saja melingkupi aku, dan terang sekelilingku menjadi malam,”
139:12 maka kegelapanpun tidak menggelapkan bagi-Mu, dan malam menjadi terang seperti siang; kegelapan sama seperti terang.

Leave a Comment »

No comments yet.

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: