Blue Bell’s Weblog

December 8, 2007

Apakah kita menjual habis ?

Filed under: Indonesia, Renungan Harian — lydiairawati @ 1:45 am

Jagalah supaya jangan ada seorang pun …. Janganlah ada orang yang … mempunyai nafsu rendah seperti Esau yang menjual hak kesulungannya demi sepiring makanan
Ibrani 12:15,16
Bacaan: Ibrani 12:12-17
Setahun: Daniel 8-10; 3 Yohanes

Apakah kita “menjual habis” seperti yang dilakukan oleh Esau? (Ibrani 12:16). Apakah godaan kekayaan, kekuasaan, gengsi, kedudukan, keamanan, gaya, atau pengakuan dan pujian dari orang lain membuat kita menukarkan kekayaan Allah dengan sepiring makanan?

Esau berusaha mengubah pikiran ayahnya dan memperoleh warisan yang telah direnggut darinya karena ia meremehkan hak kesulungannya, tetapi ia tidak bisa lagi memperbaiki keadaan yang telah dirusaknya. Ia harus hidup dengan keputusan yang diambilnya. Kita juga tidak dapat memutar waktu dan memperbaiki kesalahan yang kita lakukan kepada diri kita sendiri atau kepada orang lain.

Meskipun masa lalu tidak dapat diulang kembali, ada hari baru di hadapan kita, yang dipenuhi berbagai kesempatan dan harapan baru. Allah tidak akan mengubah masa lalu kita, tetapi bila kita bertobat, Dia dapat dan bersedia mengampuni kita serta menaruh kita di jalan yang baru.

Tuhan dapat memberi kita berbagai kesempatan untuk menunjukkan betapa kita sungguh-sunguh menyesali keputusan masa lampau, dan betapa kita ingin melayani-Nya dalam berbagai keputusan kita di hari-hari mendatang. Dia tidak akan pernah mengungkit perbuatan-perbuatan kita yang mempermalukan orang lain dan kita sendiri; perbuatan-perbuatan itu sudah diampuni dan dilupakan untuk selama-lamanya.

Allah akan memberi kita tempat untuk memulai lagi—untuk mengasihi, melayani, menyentuh orang lain secara mendalam dan kekal bagi-Nya. Ini menunjukkan kebesaran kasih pengampunan Bapa di surga bagi kita —DHR


Pengampunan Allah adalah pintu menuju awal yang baru

Ibrani 12:12-17
12:12 Sebab itu kuatkanlah tangan yang lemah dan lutut yang goyah;
12:13 dan luruskanlah jalan bagi kakimu, sehingga yang pincang jangan terpelecok, tetapi menjadi sembuh.
12:14 Berusahalah hidup damai dengan semua orang dan kejarlah kekudusan, sebab tanpa kekudusan tidak seorangpun akan melihat Tuhan.
12:15 Jagalah supaya jangan ada seorangpun menjauhkan diri dari kasih karunia Allah, agar jangan tumbuh akar yang pahit yang menimbulkan kerusuhan dan yang mencemarkan banyak orang.
12:16 Janganlah ada orang yang menjadi cabul atau yang mempunyai nafsu yang rendah seperti Esau, yang menjual hak kesulungannya untuk sepiring makanan.
12:17 Sebab kamu tahu, bahwa kemudian, ketika ia hendak menerima berkat itu, ia ditolak, sebab ia tidak beroleh kesempatan untuk memperbaiki kesalahannya, sekalipun ia mencarinya dengan mencucurkan air mata.

Leave a Comment »

No comments yet.

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: