Blue Bell’s Weblog

November 27, 2007

Dua Saudara Pemberontak

Filed under: Indonesia, Renungan Harian — lydiairawati @ 4:11 am

Kita patut bersukacita dan bergembira karena adikmu telah mati dan menjadi hidup kembali
Lukas 15:32

Bacaan: Lukas 15:25-32
Setahun: Yehezkiel 30-32; 1 Petrus 4

Kisah mengenai anak yang hilang sebenarnya adalah kisah mengenai dua saudara yang suka memberontak dan ayah mereka yang penuh kasih. Ini adalah kisah universal yang mewakili setiap umat manusia.

Saya tidak bisa sepenuhnya menyamakan diri saya dengan anak yang hilang. “Kehidupan liar” asing bagi saya. Akan tetapi, sikap sang kakak yang membenarkan diri tersebut mencerminkan pergumulan rohani saya. Dosanya mungkin lebih serius daripada gaya hidup amoral yang jelas-jelas tampak. Dosa itu tersembunyi, tetapi akan mudah dikenali ketika ia muncul.

Berikut ini adalah ciri-cirinya: Ia memilih kemarahan daripada penerimaan (Lukas 15:28). Ia memisahkan diri dan “tidak mau masuk” (ayat 28). Ia berkata kepada ayahnya, “anak bapa” (ayat 30), bukannya menyebutnya “saudaraku”. Jelaslah, ia belum mengalami mukjizat dari rahmat Allah.

Namun, sang ayah mencintai kedua anaknya tanpa syarat. Terhadap anak yang sudah memboroskan hartanya, ia berlari keluar untuk menyambut kedatangannya. Dan, terhadap anaknya yang sulung, ia “keluar dan membujuknya” (ayat 28). Tidak ada kata cercaan yang kasar. Yang ada hanyalah sukacita atas kepulangan anak bungsunya dan hati yang selalu merindukan anak sulungnya. Sebuah gambaran yang sangat indah mengenai betapa baiknya Allah yang mencari-cari kita!

Dalam kisah itu, anak manakah yang mencerminkan diri Anda? Sudahkah Anda menanggapi kasih Bapa surgawi yang tak terbatas? —DJD

KASIH ALLAH MENGUBAH ANAK YANG HILANG
MENJADI ORANG KUDUS YANG BERHARGA


Lukas 15:25-32

15:25 Tetapi anaknya yang sulung berada di ladang dan ketika ia pulang dan dekat ke rumah, ia mendengar bunyi seruling dan nyanyian tari-tarian.
15:26 Lalu ia memanggil salah seorang hamba dan bertanya kepadanya apa arti semuanya itu.
15:27 Jawab hamba itu: Adikmu telah kembali dan ayahmu telah menyembelih anak lembu tambun, karena ia mendapatnya kembali dengan sehat.
15:28 Maka marahlah anak sulung itu dan ia tidak mau masuk. Lalu ayahnya keluar dan berbicara dengan dia.
15:29 Tetapi ia menjawab ayahnya, katanya: Telah bertahun-tahun aku melayani bapa dan belum pernah aku melanggar perintah bapa, tetapi kepadaku belum pernah bapa memberikan seekor anak kambing untuk bersukacita dengan sahabat-sahabatku.
15:30 Tetapi baru saja datang anak bapa yang telah memboroskan harta kekayaan bapa bersama-sama dengan pelacur-pelacur, maka bapa menyembelih anak lembu tambun itu untuk dia.
15:31 Kata ayahnya kepadanya: Anakku, engkau selalu bersama-sama dengan aku, dan segala kepunyaanku adalah kepunyaanmu.
15:32 Kita patut bersukacita dan bergembira karena adikmu telah mati dan menjadi hidup kembali, ia telah hilang dan didapat kembali.”

Leave a Comment »

No comments yet.

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: