Blue Bell’s Weblog

November 24, 2007

Orang tanpa nama

Filed under: Indonesia, Renungan Harian — lydiairawati @ 4:53 am

Nyata kemurahan Allah, Juru Selamat kita, dan kasih-Nya kepada manusia
Titus 3:4

Bacaan: Titus 3:1-7
Setahun: Yehezkiel 22-23; 1 Petrus 1

Bertahun-tahun yang lalu, saya menerima sebuah bingkisan berbentuk tabung melalui pos. Bingkisan tersebut berisi tongkat pancing bambu buatan Jim Schaaf yang indah sekali dan kili-kili pancing Bill Ballan yang klasik—peralatan pancing yang mahal dan harganya tidak terjangkau. Ada catatan tulisan tangan yang berbunyi, “Saya ingin melakukan sesuatu bagi Anda.” Sampai sekarang ini, saya tidak tahu siapa yang mengirimkan bingkisan tersebut.

Penyair William Cowper juga punya sahabat yang tak ia kenal dan mengiriminya berbagai hadiah, tetapi tak pernah menyebutkan namanya. Komentar Cowper setiap kali menerima hadiah selalu sama, “Orang yang tak dikenal telah datang.” Saya sering memikirkan ucapannya ketika memancing dengan tongkat pancing itu, “Orang yang tak dikenal telah datang.” Saya selalu berterima kasih kepada sahabat yang tak saya ketahui namanya atas kebaikan dan kasihnya.

Sepanjang hidup, Allah mencurahkan kebaikan-Nya—kebenaran, keindahan, persahabatan, kasih, dan tawa, serta banyak lagi. Dan, kita bersikap seakan kita tidak tahu dari mana asalnya. Allah telah menjadi Sahabat kita yang tidak dikenal.

Namun, Dia tak ingin selamanya tidak dikenal. Jika Anda ingin tahu lebih banyak lagi tentang Sahabat rahasia Anda, bacalah Injil, karena Dia tampak paling nyata dalam diri Yesus. Kasih selalu ada di dalam hati Allah, tetapi di dalam Yesus, kasih itu “kelihatan”. Allah, yang dinyatakan dalam diri Yesus, adalah Sahabat Anda yang baik hati dan penuh kasih. Apakah Anda akan mengakui-Nya dan berterima kasih kepada-Nya hari ini? —DHR


SAHABAT YANG PALING KITA KASIHI HANYALAH BAYANGAN
JIKA DIBANDINGKAN DENGAN YESUS

Titus 3:1-7
3:1 Ingatkanlah mereka supaya mereka tunduk pada pemerintah dan orang-orang yang berkuasa, taat dan siap untuk melakukan setiap pekerjaan yang baik.
3:2 Janganlah mereka memfitnah, janganlah mereka bertengkar, hendaklah mereka selalu ramah dan bersikap lemah lembut terhadap semua orang.
3:3 Karena dahulu kita juga hidup dalam kejahilan: tidak taat, sesat, menjadi hamba berbagai-bagai nafsu dan keinginan, hidup dalam kejahatan dan kedengkian, keji, saling membenci.
3:4 Tetapi ketika nyata kemurahan Allah, Juruselamat kita, dan kasih-Nya kepada manusia,
3:5 pada waktu itu Dia telah menyelamatkan kita, bukan karena perbuatan baik yang telah kita lakukan, tetapi karena rahmat-Nya oleh permandian kelahiran kembali dan oleh pembaharuan yang dikerjakan oleh Roh Kudus,
3:6 yang sudah dilimpahkan-Nya kepada kita oleh Yesus Kristus, Juruselamat kita,
3:7 supaya kita, sebagai orang yang dibenarkan oleh kasih karunia-Nya, berhak menerima hidup yang kekal, sesuai dengan pengharapan kita.

Leave a Comment »

No comments yet.

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: