Blue Bell’s Weblog

November 22, 2007

Lumbung

Filed under: Indonesia, Renungan Harian — lydiairawati @ 5:04 am

[CENTER][i]Kamu juga harus bersabar dan harus meneguhkan hatimu,
karena kedatangan Tuhan sudah dekat! [/i]
[b]Yakobus 5:8[/b]
[/CENTER]

[b]Bacaan[/b]: Yakobus 4:13-17; 5:7-11
[b]Setahun:[/b] Yehezkiel 18-19; Yakobus 4

Himne berjudul Come, Ye Thankful People, Come sering dinyanyikan pada kebaktian pengucapan syukur kristiani. Himne yang ditulis pada 1844 oleh Henry Alford itu diawali dengan ucapan syukur kepada Allah atas hasil panen yang berhasil dikumpulkan sebelum musim dingin. Akan tetapi, himne itu sebetulnya lebih dari sekadar rasa syukur atas berkat hasil bumi. Himne itu berakhir dengan fokus pada “panen” Allah akan umat-Nya ketika Kristus datang:

[CENTER][i]Ya Tuhan, segeralah datang
Ke lumbung panenan akhir-Mu:
Kumpulkan umat-Mu,
Bebas dari penderitaan,
bebas dari dosa;
Dimurnikan selamanya,
Tinggal selamanya dalam hadirat-Mu:
Datanglah, bersama semua malaikat-Mu, datanglah—
Dirikanlah lumbung panenan yang mulia.[/i]
[/CENTER]
Ketika kita mengucap syukur atas pemenuhan kebutuhan materi, sangatlah penting untuk mengingat bahwa rencana kita tidak pasti dan hidup kita bagaikan uap yang cepat berlalu (Yakobus 4:14). Yakobus mendorong kita untuk bersikap seperti petani yang menunggu tanamannya bertumbuh dan siap dipanen. “Kamu juga harus bersabar dan harus meneguhkan hatimu, karena kedatangan Tuhan sudah dekat!” (5:8).

Ketika kita bersyukur kepada Allah karena telah menyediakan berbagai kebutuhan kita, ingatlah akan kedatangan kembali Yesus Kristus yang telah dijanjikan. Dengan penantian yang sabar, kita hidup bagi-Nya dan menanti datangnya hari ketika Dia datang untuk mengumpulkan tuaian kemenangan-Nya —DCM

[CENTER][b]
AMIN, DATANGLAH, TUHAN YESUS! —Wahyu 22:20[/b][/CENTER]

[b]Yakobus 4:13-17; 5:7-11[/b]
4:13 Jadi sekarang, hai kamu yang berkata: “Hari ini atau besok kami berangkat ke kota anu, dan di sana kami akan tinggal setahun dan berdagang serta mendapat untung”,
4:14 sedang kamu tidak tahu apa yang akan terjadi besok. Apakah arti hidupmu? Hidupmu itu sama seperti uap yang sebentar saja kelihatan lalu lenyap.
4:15 Sebenarnya kamu harus berkata: “Jika Tuhan menghendakinya, kami akan hidup dan berbuat ini dan itu.”
4:16 Tetapi sekarang kamu memegahkan diri dalam congkakmu, dan semua kemegahan yang demikian adalah salah.
4:17 Jadi jika seorang tahu bagaimana ia harus berbuat baik, tetapi ia tidak melakukannya, ia berdosa.

5:7 Karena itu, saudara-saudara, bersabarlah sampai kepada kedatangan Tuhan! Sesungguhnya petani menantikan hasil yang berharga dari tanahnya dan ia sabar sampai telah turun hujan musim gugur dan hujan musim semi.
5:8 Kamu juga harus bersabar dan harus meneguhkan hatimu, karena kedatangan Tuhan sudah dekat!
5:9 Saudara-saudara, janganlah kamu bersungut-sungut dan saling mempersalahkan, supaya kamu jangan dihukum. Sesungguhnya Hakim telah berdiri di ambang pintu.
5:10 Saudara-saudara, turutilah teladan penderitaan dan kesabaran para nabi yang telah berbicara demi nama Tuhan.
5:11 Sesungguhnya kami menyebut mereka berbahagia, yaitu mereka yang telah bertekun; kamu telah mendengar tentang ketekunan Ayub dan kamu telah tahu apa yang pada akhirnya disediakan Tuhan baginya, karena Tuhan maha penyayang dan penuh belas kasihan.

Leave a Comment »

No comments yet.

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: