Blue Bell’s Weblog

November 15, 2007

Menolong diri sendiri

Filed under: Indonesia, Renungan Harian — lydiairawati @ 7:26 am

TUHAN adalah kekuatanku dan perisaiku; kepada-Nya hatiku percaya. Aku tertolong
Mazmur 28:7

Bacaan:
Yeremia 17:1-8
Setahun: Yehezkiel 1-2; Ibrani 11:1-19

Di awal karier saya sebagai editor di sebuah penerbit rohani, saya bertanggung jawab atas lini buku kategori “self-help” (menolong diri sendiri). Istilah itu mengganggu saya karena tampaknya bertentangan dengan pengertian kristiani secara keseluruhan.

Gagasan menolong diri sendiri menjadi populer karena itu mendukung pendapat bahwa kita sendirilah yang memegang kendali, seperti dalam kata-kata puisi berjudul Invictus: “Aku adalah tuan atas nasibku; aku adalah kapten bagi jiwaku.”

Namun, sebenarnya tidaklah demikian! Akhirnya, sesuatu terjadi dan mengingatkan bahwa hidup ini sungguh di luar kendali kita, dan tidak ada buku berkategori “menolong diri sendiri” yang bisa membantu kita memperbaikinya.

Syukurlah, orang-orang kristiani tak berurusan dengan menolong diri sendiri. Yang terjadi justru sebaliknya! Menjadi kristiani berarti menerima ketidakberdayaan kita dan mengakui ketergantungan total kita kepada Allah. “Di luar Aku kamu tidak dapat berbuat apa-apa,” demikian kata Yesus (Yohanes 15:5).

Bangsa Israel kuno selalu kesulitan untuk memercayai Allah dan lebih mengandalkan kekuatan manusia (Yeremia 17:5). Namun, sesudah mereka gagal, Tuhan bahkan berkata, “Diberkatilah orang yang mengandalkan Tuhan, yang menaruh harapannya pada Tuhan!” (ayat 7).

Ketika keadaan yang amat sulit atau godaan yang sangat kuat menimpa hidup kita dan mengingatkan kita akan ketidakberdayaan yang kita sandang, kita masih memiliki Allah yang berkuasa dan membela mereka yang percaya kepada-Nya —JAL


APA PUN YANG TIDAK BERAWAL DARI ALLAH
AKAN BERAKHIR DENGAN KEGAGALAN


Yeremia 17:1-8

17:1 “Dosa Yehuda telah tertulis dengan pena besi, yang matanya dari intan, terukir pada loh hati mereka dan pada tanduk-tanduk mezbah mereka
17:2 sebagai peringatan terhadap mereka! –Mezbah-mezbah mereka dan tiang-tiang berhala mereka memang ada di samping pohon yang rimbun di atas bukit yang tinggi,
17:3 yakni pegunungan di padang. –Harta kekayaanmu dan segala barang perbendaharaanmu akan Kuberikan dirampas sebagai ganjaran atas dosamu di segenap daerahmu.
17:4 Engkau terpaksa lepas tangan dari milik pusakamu yang telah Kuberikan kepadamu, dan Aku akan membuat engkau menjadi budak musuhmu di negeri yang tidak kaukenal, sebab dalam murka-Ku api telah mencetus yang akan menyala untuk selama-lamanya.”
17:5 Beginilah firman TUHAN: “Terkutuklah orang yang mengandalkan manusia, yang mengandalkan kekuatannya sendiri, dan yang hatinya menjauh dari pada TUHAN!
17:6 Ia akan seperti semak bulus di padang belantara, ia tidak akan mengalami datangnya keadaan baik; ia akan tinggal di tanah angus di padang gurun, di negeri padang asin yang tidak berpenduduk.
17:7 Diberkatilah orang yang mengandalkan TUHAN, yang menaruh harapannya pada TUHAN!
17:8 Ia akan seperti pohon yang ditanam di tepi air, yang merambatkan akar-akarnya ke tepi batang air, dan yang tidak mengalami datangnya panas terik, yang daunnya tetap hijau, yang tidak kuatir dalam tahun kering, dan yang tidak berhenti menghasilkan buah.

Leave a Comment »

No comments yet.

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: