Blue Bell’s Weblog

November 12, 2007

Keindahan yang unik

Filed under: Indonesia, Renungan Harian — lydiairawati @ 7:34 am

TUHAN berkenan kepada umat-Nya, Ia memahkotai orang-orang yang rendah hati dengan keselamatan
Mazmur 149:4
Bacaan: 1 Petrus 2:9-17
Setahun: Yeremia 51-52; Ibrani 9

Bagi sebagian orang, kata kekudusan memunculkan gambaran orang pemalu dan kaku, yaitu orang “baik” dalam arti terburuk dari kata itu, dengan wajah cemberut dan murung. Mereka penuh kebenaran diri dan kewajiban yang kaku, “berpegang pada kehidupan selanjutnya,” seperti yang digambarkan penulis Washington Post.

Kebanyakan orang merindukan kebenaran dan kebaikan. Namun, keinginan itu bisa dirusak oleh apa yang mereka lihat dalam diri sebagian orang kristiani, yang mereka anggap orang yang membenarkan diri dan suka menghakimi. Bagi orang yang belum percaya, “sifat baik” jauh lebih tidak menarik daripada sifat buruk, sehingga mereka memilih sifat buruk meskipun mereka mungkin membenci sifat buruk itu. Joy Davidman, istri C.S. Lewis, mengatakan, “Satu orang munafik yang sok suci menghasilkan seratus orang tidak percaya.”

Seandainya dunia melihat hal yang sebenarnya, yaitu kualitas hidup luar biasa yang dibicarakan Petrus, kehidupan yang begitu menawan dan menarik hati, maka banyak orang akan datang kepada Sang Juru Selamat (1 Petrus 2:12). “Seandainya saja 10% penduduk dunia memiliki [kekudusan],” C.S. Lewis bertanya-tanya, “bukankah seluruh dunia akan diubahkan dan menikmati kebahagiaan sebelum tahun ini berakhir?”

Kita bisa melakukannya! Ketika kita menyandarkan hidup kepada Roh Allah, maka kita dapat menjalani hidup yang sangat indah di hadapan dunia yang mengamati kita. Penyair Israel meyakinkan kita, “Tuhan … memahkotai orang-orang yang rendah hati” (Mazmur 149:4) —DHR

HIDUPLAH sedemikian rupa
sehingga membuat ORANG LAIN INGIN MENGENAL YESUS

1 Petrus 2:9-17
2:9 Tetapi kamulah bangsa yang terpilih, imamat yang rajani, bangsa yang kudus, umat kepunyaan Allah sendiri, supaya kamu memberitakan perbuatan-perbuatan yang besar dari Dia, yang telah memanggil kamu keluar dari kegelapan kepada terang-Nya yang ajaib:
2:10 kamu, yang dahulu bukan umat Allah, tetapi yang sekarang telah menjadi umat-Nya, yang dahulu tidak dikasihani tetapi yang sekarang telah beroleh belas kasihan.
2:11 Saudara-saudaraku yang kekasih, aku menasihati kamu, supaya sebagai pendatang dan perantau, kamu menjauhkan diri dari keinginan-keinginan daging yang berjuang melawan jiwa.
2:12 Milikilah cara hidup yang baik di tengah-tengah bangsa-bangsa bukan Yahudi, supaya apabila mereka memfitnah kamu sebagai orang durjana, mereka dapat melihatnya dari perbuatan-perbuatanmu yang baik dan memuliakan Allah pada hari Ia melawat mereka.
2:13 Tunduklah, karena Allah, kepada semua lembaga manusia, baik kepada raja sebagai pemegang kekuasaan yang tertinggi,
2:14 maupun kepada wali-wali yang diutusnya untuk menghukum orang-orang yang berbuat jahat dan menghormati orang-orang yang berbuat baik.
2:15 Sebab inilah kehendak Allah, yaitu supaya dengan berbuat baik kamu membungkamkan kepicikan orang-orang yang bodoh.
2:16 Hiduplah sebagai orang merdeka dan bukan seperti mereka yang menyalahgunakan kemerdekaan itu untuk menyelubungi kejahatan-kejahatan mereka, tetapi hiduplah sebagai hamba Allah.
2:17 Hormatilah semua orang, kasihilah saudara-saudaramu, takutlah akan Allah, hormatilah raja!

Leave a Comment »

No comments yet.

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: