Blue Bell’s Weblog

November 9, 2007

Wabah

Filed under: Indonesia, Renungan Harian — lydiairawati @ 7:41 am

Demikian juga Anak Manusia harus ditinggikan, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya beroleh hidup yang kekal
Yohanes 3:14,15

Bacaan: Bilangan 21:1-9
Setahun: Yeremia 46-47; Ibrani 6

Pada Maret 1918, Albert Gitchell, seorang juru masak tentara di Fort Riley, Kansas, didiagnosa terserang flu. Sebelum tahun itu berakhir, penyakit ini telah menyebar ke seluruh dunia, menewaskan sekitar 40 juta orang. Virus yang sangat menular ini menjadi wabah—kasus penyebaran penyakit secara global.

Seorang dokter melaporkan bahwa para pasien dengan cepat menunjukkan gejala-gejala seperti terserang flu, yang berkembang menjadi sejenis radang paru-paru terparah, kemudian mati lemas hanya dalam hitungan jam. Untungnya, influenza tersebut segera menghilang dengan cara yang sama misteriusnya ketika ia menyerang. Namun, para dokter tetap heran akan penyebabnya dan tak mampu menemukan obatnya.

Bangsa Israel kuno juga menderita wabah yang mengerikan, tetapi mereka tahu penyebabnya dan minta obatnya kepada Musa. Mereka tak tahu berterima kasih dan mengeluh kepada Allah atas manna yang telah disediakan-Nya. Dalam murka-Nya, Allah mengirimkan ular yang gigitannya akan meninggalkan luka mematikan. Lalu, Dia menyuruh Musa untuk membuat ular tembaga dan meletakkannya pada sebuah tiang. Siapa saja yang melihat tiang itu akan disembuhkan (Bilangan 21:1-9).

Berabad-abad kemudian, Yesus mengatakan bahwa ular tembaga itu adalah simbol atas kematian-Nya di kayu salib, “Demikian juga Anak Manusia harus ditinggikan, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya beroleh hidup yang kekal” (Yohanes 3:14,15).

Apakah Anda memercayai Yesus untuk menyembuhkan jiwa Anda? —HDF


CARILAH KRISTUS SEKARANG
ATAU ANDA AKAN TERSESAT SELAMANYA

Bilangan 21:1-9
21:1 Raja negeri Arad, orang Kanaan yang tinggal di Tanah Negeb, mendengar, bahwa Israel datang dari jalan Atarim, lalu ia berperang melawan Israel, dan diangkutnya beberapa orang tawanan dari pada mereka.
21:2 Maka bernazarlah orang Israel kepada TUHAN, katanya: “Jika Engkau serahkan bangsa ini sama sekali ke dalam tangan kami, kami akan menumpas kota-kota mereka sampai binasa.”
21:3 TUHAN mendengarkan permintaan orang Israel, lalu menyerahkan orang Kanaan itu; kemudian orang-orang itu dan kota-kotanya ditumpas sampai binasa. Itulah sebabnya tempat itu dinamai Horma.
21:4 Setelah mereka berangkat dari gunung Hor, berjalan ke arah Laut Teberau untuk mengelilingi tanah Edom, maka bangsa itu tidak dapat lagi menahan hati di tengah jalan.
21:5 Lalu mereka berkata-kata melawan Allah dan Musa: “Mengapa kamu memimpin kami keluar dari Mesir? Supaya kami mati di padang gurun ini? Sebab di sini tidak ada roti dan tidak ada air, dan akan makanan hambar ini kami telah muak.”
21:6 Lalu TUHAN menyuruh ular-ular tedung ke antara bangsa itu, yang memagut mereka, sehingga banyak dari orang Israel yang mati.
21:7 Kemudian datanglah bangsa itu mendapatkan Musa dan berkata: “Kami telah berdosa, sebab kami berkata-kata melawan TUHAN dan engkau; berdoalah kepada TUHAN, supaya dijauhkan-Nya ular-ular ini dari pada kami.” Lalu Musa berdoa untuk bangsa itu.
21:8 Maka berfirmanlah TUHAN kepada Musa: “Buatlah ular tedung dan taruhlah itu pada sebuah tiang; maka setiap orang yang terpagut, jika ia melihatnya, akan tetap hidup.”
21:9 Lalu Musa membuat ular tembaga dan menaruhnya pada sebuah tiang; maka jika seseorang dipagut ular, dan ia memandang kepada ular tembaga itu, tetaplah ia hidup.

Leave a Comment »

No comments yet.

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: